Saat menulis ini aku bingung sekali.
Tentang perasaan ini.
Siapa yang mau ku salahkan?
atau
Apa yang bisa disalahkan?
atau
Kenapa bisa begini?
atau
Mau ku kemanakan luka ini?
Lama ku renungkan.
Pada malam-malam yang belakangan serasa lebih panjang dan seringnya mencekik.
Sampai akhirnya aku tau,
Mungkin memang tak ada yang harus disalahkan.
Ya sudah ikhlaskan.
Mudah sekali itu ku ucapkan, semoga bisa ku upayakan.
Toh ini bukan kali pertama dalam hidup aku tak diberi pilihan.
Atau setidaknya diberi kesempatan untuk didengarkan.
Ya sudah ikhlaskan.
Pada akhirnya, segala mimpi dan janji menguap, bertebangan.
Yang sampai ke langit akan tercampur dalam hujan jatuh kebumi lalu masuk ke selokan.
Yang buruk-buruk lupakan.
Yang baik semoga jadi kenangan.
Memang begitukan kehidupan berjalan.
Setidaknya kita jadi tau
Aku tidak sehebat seperti katamu.
Dan
Kau juga tak sesabar itu.
Paling tidak ada yang berbahagia setelah ini, semoga itu kamu.
Ya sudah teruskan hidup.
Hiduplah sebaik-baiknya hidup, tersenyumlah.
Menangis biar aku saja.