Kau masih pagi, saat aku sudah ditengah hari...
Mustahil, menyamakan waktu,
Alih-alih menghujat matahari.
Aku akan memperlambat langkah,
Dengan harap, kau mau sedikit berlari.
Aku akan menunggu,
Semoga, tunggu ku yang kau tuju.
Persetan persimpangan!.
Dengan begitu, menjelang matahari bersiap pulang, kita telah datang,
Bersama menanti petang...
Senja dimanapun sama. Tenang...
Tertawalah, kita menang.
Sehabis maghrib,
Tiang gantung telah menungguku...
Aku tahu, Aku telah bersiap.
Senyumku besertanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar