Sabtu, 29 November 2014

Eigengrau...

Terhenti itu roda. Sesaat...
Saat difikirnya telah beringsut dari lumpur kumuh.
Hujan menjadi angkuh.
Saat bercampur dengan tanah busuk.
Kecamuk!
Bulusmu lagi langit? Tertawalah.
Murka? Ya! Aku besertanya!
Pagi dan senja buatku percaya. Sebelumnya.
Lalu malam tak berujung. Menghancurkannya.
Sampai lelah. Telah lupa rasanya.
Lalu, keluh dan peluh jadi racun ampuh yang masuk ke pembuluh.
Tapi justru tak membunuh!
Roda. Lumpur. Diam. Malam.
Jauh dari pagi. Lebih-lebih senja.
Geraklah perlahan. Sulit pasti. Tahan.
Lawan!!
Atau bakarlah!
Lalu debu..
Terbawa angin..
Hilang.

Tidak ada komentar: