Tangis ter-paling sedan.
Hancur.
Mungkin karena kami tak terbiasa dengan ini.
Pertengkaran pertama.
Sayangnya jadi rasa yang terakhir.
Semua impian berbalut do'a mungkin nyatanya tak pernah menembus langit.
Mungkin hanya menguap lalu terbawa angin entah kemana.
Satu yang pasti.
Kita tak akan pernah sama lagi.
Setidaknya untuk saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar