Selasa, 19 September 2017

Petrichor...

Aku suka hujan
Yang berhasil menahanmu,untuk lebih lama denganku. Orang yang baru kau kenal, beberapa tahun lalu.

Aku suka hujan
Yang memaksa kita berteduh didepan ruko waktu zaman kuliah dulu

Aku suka hujan
Yang membuat sore, kau, gitar dan secangkir kopi menjadi sesuatu yang begitu khidmat saat itu

Aku suka hujan
Yang membuatmu menjadi begitu manja, memintaku membuatkanmu puisi atau lagu. Saat kita berjauhan

Aku suka hujan
Yang begitu hebat menciptakan rindu, melembutkan kepala dan hati kita yang kadang keras, untuk kemudian menyudahi pertengkaran.

Aku suka hujan
Yang membuatmu memeluk erat berkas lamaranku, saat memaksa untuk ikut menemaniku, "takut nanti basah". Katamu.

Aku suka hujan
Yang membuatku berlari menghampirimu didepan pintu rumahmu, dengan handuk dan baju kering dikedua tanganmu

Aku suka hujan
Yang membuat kita harus menepi dikedai kopi dengan banyak bapak-bapak disitu, rencana batal, popcorn berganti kacang kulit, layar bioskop berganti tv 14 inch, kau ingat dulu? Entah memang kebetulan, atau memang ingin mengejekku, tv itu menayangkan sinetron, tentang dua anak manusia yang sedang kasmaran, sitampan yang kaya raya dan sicantik, mereka juga kehujanan, tapi tak basah, mereka didalam mobil. Setelah itu kita beradu pandang, dan kau berkelakar, "Ah, dia bukan tipeku", sambil mengusap rambutku yang basah saat itu. Kau begitu ahli menghiburku.

Aku suka hujan
Yang membuatmu terpaksa memakai baju dan celana olahragaku, lalu kemudian menirukan gayaku, aku dan ibuku tertawa melihat polahmu.

Aku suka hujan
Yang membuatmu membuatkan secangkir kopi tanpa kuminta, lalu glendotan disebelahku yang sedang asik dengan tv. Seringnya kopimu terlalu manis, "aku juga mau". Katamu. Kau tak suka menonton bola, kau hanya ingin disampingku saat itu.

Aku suka hujan
Yang membuat punggung putihmu menjadi semakin indah, untuk kemudian kuciumi, sampai kemudian kau terbangun lalu menggapai tanganku, untuk memelukmu, "dingin" katamu. Lalu aku tak berangkat kerja hari itu.

Aku suka hujan
Yang membuatmu berlarian kesana kemari didalam rumah, membawa ember, dan sesekali memberikan komando kepadaku bak Jendral, untuk kemana lagi harus kuletakan gayung dan panci yang ada ditanganku. Kau tak meminta rumah baru, Sekali lagi kau berkelakar, "olahraga itu perlu" lalu kemudian menantangku memperbaiki genteng yang bocor kapanpun aku mau.

Aku suka hujan
Walau kelak itu yang akan membuatmu memarahiku, karena mengajak anakmu bermain dibawahnya, berlarian dipekarangan rumah. "Nanti sakit", katamu.

Maaf sayang, saat itu, kami tidak akan mendengarkanmu, kami justru akan menarikmu, bergabung dengan kami, karena aku tau, kami tau. Kaupun menyukai itu.

Aku suka hujan
Dengan kau yang ada disampingku






Tidak ada komentar: