Kamis, 14 September 2017

Cerpen

Adam Hawa

Hey, kami bukan pembohong.
Kami hanya pelupa. Maaf..
                        Ttd. Laki-laki

**

Undangan

Ribuan hari.
Lantas kau hilang.
Untuk semua juang yang terbuang.
Selamat untukmu.
Maaf, aku tidak bisa datang..

**

Jangan sombong

Aku masih ingat dengan sangat
lenguh dan peluhmu malam itu.
Pun pada ranum buah dadamu.
Yang hari ini sengaja kau busungkan,
Mengiringi tatap angkuh lelakimu.
Maaf, jika senyumku terlalu lebar tadi.

**

Tau diri

Kau tak perlu membela diri.
Biar cintaku yang membelamu
Toh dia memang lebih menarik.


**

Tentang perempuan

Jangan datang malam ini.
Aku membencimu.
Aku ingin tidur.
Agar besok,
Bisa mencintaimu.
Lagi.


**

Sepatu coklat

- Ini hadiah buat kamu. Kamu suka kan?
- Aku lebih suka yang warna biru.

Sepatu coklat
Beberapa orang menabung untuk itu.
Sisanya lebih suka warna biru.


**

Tentang matamu

Pada tajamnya aku patuh
Pada binarnya aku teduh
Pada sendunya aku tak kan jauh-jauh


**

27 Ramadhan

Kursi itu masih disitu, kosong
Mereka makan dengan lahapnya,
Sesekali tertawa
Sesekali mencuri pandang ke kursi itu
“Bapak masih ada disitu, tahun lalu”


**

Kasmaran

Sebelum ku tutup malamku
Biar ku titip dulu rindu
Pada tatap matamu sore tadi
Tetaplah begitu.


**

Pesan terakhir

Tenanglah,
Setelah 8 minggu, kau akan melupakan aku.
Itu kata-kata terakhir yang di ingatnya.
8 tahun lalu.


**

Untuk Perempuan

Oh sayang, jangan pernah terfikir olehmu
Untuk menyuruhku memilih
Antara kau atau sahabatku
Kecuali kau semacam penjudi tolol yang sengaja bertaruh untuk kalah.


**

Pesan Bapak

Anakku, ingat ini selalu,
“Cinta selalu benar, bahkan dikeadaan paling salah sekalipun”
Simpan itu, agar kelak kau tak terlalu kecewa.


**

Tentang memaafkan

Sudah. Jangan menangis lagi.
Tidur dengan yang lain di saat aku jauh
Tak lantas kau kuanggap pelacur
Percayalah,

Kau tak sebaik itu.





Tidak ada komentar: