Kamis, 14 September 2017

Bapak

Seperti biasa,
Bantingan pintu menjadi tanda bagi Trisno
Untuk keluar dari lemari persembunyiannya
Berlari mendatangi ibunya.

Ibu yang sedang mengusap air mata
Ibu yang menutup wajah dengan tangan lebamnya
Dengan pipi yang hari ini merona lebih merah
Ibu yang kusut
Ibu dengan rambut acak-acakan
Ibu dengan lengan baju yang robek.

“Ibu bikin salah lagi?”
Tanyanya polos.
Ibu hanya mengangguk pelan
Dalam isak yang tertahan.

“Ibu mecahin piring lagi?”
Ibu tak menjawab
Ia hanya mengusap peluh diwajah Trisno
Dengan isak yang justru menjadi semakin
Trisno Diam
Tenggelam dalam pelukan dan air mata ibunya

Ia masih terlalu muda untuk tau
“Bapak tak marah atas apapun”
“Bapak hanya malu atas dirinya”
“Atau bapak memang bukan manusia”
“Bapak binatang”
“Binatang jalang”.


Tidak ada komentar: